Skip to content

Buah dari Nutrisi Buah

Februari 18, 2011

Saat mengenalkan beragam nutrisi alami ke tetangga sekitar, banyak yang tertarik membuat nutrisi buah. Sebab pembuatannya mudah, tidak membutuhkan biaya tinggi, dan hasilnya berbau sedap. Bahkan nutrisi buah ini juga dapat dikonsumsi sendiri jika digunakan buah yang segar.

Nutrisi buah adalah nutrisi yang diberikan untuk tanaman saat akan berbuah. Tanaman apapun bisa, termasuk padi. Nutrisi ini dibuat dari sari buah. Buah yang digunakan bisa apapun, kecuali jeruk. Nutrisi buah jeruk hanya untuk tanaman jeruk.

Jika diberikan untuk tanaman, buah yang digunakan tak perlu segar. Namun jika ingin mengkonsumsinya untuk kesehatan, harus menggunakan buah yang segar. Saya biasanya menggunakan buah-buah murah dan jarang dibeli orang di pasar. Misalnya sawo atau nanas.

Menurut wikipedia, nanas banyak mengandung fosfor (P) yang baik untuk pertumbuhan bunga atau buah pada tanaman. Selain itu nanas juga mengandung kalium (K) dan kalsium dua jenis nutrisi yang juga dibutuhkan tanaman. Sedangkan Sawo mengandung beragam nutrisi dan karbohidrat yang baik untuk tanaman dan pertumbuhan mikroorganisme baik.

Cara membuat nutrisi buah cukup mudah. Sari buah sebanyak satu liter ditambah gula merah sebanyak 3 sendok makan. Campuran ini kemudian ditutup rapat, dan didiamkan atau menunggu terfermentasi hingga satu minggu. Kemudian saat akan disemprot ke tanaman, cairan yang telah difermentasi tersebut ditambah kuning telur ayam kampung.

Aplikasi nutrisi ini tidak banyak. Cukup sebanyak 200cc nutrisi untuk 15 liter air. Mengapa 15 liter? Sebab saya menggunakan tangki penyemprot ukuran 15 liter. Perbandingan ini untuk memudahkan penggarap saat akan menyemprotkan nutrisi buah menggunakan tangki penyemprot. Larutan nutrisi ini disemprotkan ke daun dan tanah disekitar tanaman saat akan berbuah.

Hasilnya, pada panen yang lalu, tiap satu kuintal gabah menghasilkan 80 kg beras. Karena itulah banyak petani sekitar saya yang tertarik membuat nutrisi buah. Sebab hasilnya lebih baik dibanding menggunakan perangsang buah sintetis yang harganya mahal.

Semoga saja secara bertahap petani di desa saya mengenal metode bertanam organik dan mengaplikasikannya. Agar tanah pertanian lebih subur, lebih menghasilkan, dan kualitas air sungai/irigasi lebih baik. Tidak tercemar bahan kimia sintetis dari pupuk sintetis dan pestisida pabrikan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: